Rabu, 14 Juni 2023

a1

ALLAH BAPA ADALAH SUMBE  
I Korintus 8: 6a 
"namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang daripada-Nya berasal segala sesuatu . 

YESUS ADALAH FIRMAN YG KELUAR DAN DATANG DARI Bapa

Yohanes 1: 1,14 
1: Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah

14: Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita dan kita melihat kemuliaan-Nya,— yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran" 

YOHANES 16: 27-28 
Sebab Bapa sendiri mengasih 
kamu, karena kamu tlh mengasihi AKU dan percaya, bahwa AKU datang dari Allah. 28: Aku datang dari Bapa dan AKU dtg ke dalam dunia; AKU meninggalkan dunia pula dqn.pergi kepada Bapa. 


ROH KUDUS KELUAR DARI Bapa
Yohanes 15:26 

"Jikalau Namun balk Firman maupun Roh adalah Pribadi yang berbeda satu dengan yang lain, dan keduanya juga berbeda dengan Bapa. (Inilah unsur kejamakan Allah). Penghibur yang akan Ku utus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa. la akan bersaksi tentang Aku. 

Allah (Bapa) adalah sumber dari Firman dan Roh. - Krn itu Hakekat Firman adalarui Firman-Nya Allah. - Hakekat Roh adalah Roh-Nya Allah. 

Namun balk Firman maupun Roh adalah Pribadi yang berbeda satu dengan yang lain, dan keduanya juga berbeda dengan Bapa. (Inilah unsur kejamakan Allah). 
- Inilah Allah yg Mahabesar dan Maha misterius bagi kita umat ciptaan-Nya. 
Keesaan Allah dalam Alkitab bersifat "trinitarian." (bukan "unitarian"). 

• Ini jelas ajaran Alkitab, dan kemudian atas pimpinan Tuhan Bapa2 Gereja menunjukkan & merumuskan secara jelas dlm konsili2 Gereja. 



t11

I Petrus 1:2 dalam Terjemahan Baru (TB) menyatakan, "Menurut pilihan Allah Bapa dan oleh penyucian Roh untuk taat kepada Yesus Kristus dan disiram oleh darah-Nya: Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera melimpah-limpah kepadamu." Ayat ini menyoroti peran ketiga pribadi ilahi dalam kehidupan orang percaya, yaitu Allah Bapa, Roh Kudus, dan Yesus Kristus.

Meskipun ayat ini tidak secara langsung menyebutkan konsep Tritunggal, ada implikasi dari kehadiran ketiga pribadi ilahi dalam satu konteks. Allah Bapa adalah yang memilih dan mengadopsi kita sebagai anak-anak-Nya. Roh Kudus menyucikan dan membimbing kita dalam ketaatan kepada Yesus Kristus. Yesus Kristus sendiri adalah sumber keselamatan dan karya penebusan melalui darah-Nya yang dicurahkan.

I Yohanes 5:7 dalam Terjemahan Baru (TB) sebagian besar terjemahan modern tidak memasukkan frasa ini karena tidak terdapat dalam banyak naskah asli. Namun, dalam beberapa terjemahan yang memasukkannya, ayat ini menyatakan, "Sebab ada tiga yang memberi kesaksian, yaitu Roh, air dan darah, dan ketiganya adalah satu."

Ayat ini secara kontroversial dikenal sebagai "Comma Johanneum" karena terdapat perdebatan mengenai keasliannya. Beberapa pakar teks Alkitab menganggapnya sebagai interpolasi atau tambahan kemudian dalam naskah. Oleh karena itu, banyak terjemahan modern yang tidak memasukkan frasa ini karena alasan teks kritis.

Dalam konteks Tritunggal, I Yohanes 5:7 tidak memberikan dukungan yang jelas dan kuat. Konsensus sebagian besar pakar Alkitab mengarah pada kesimpulan bahwa ayat ini tidak asli dan tidak digunakan sebagai dasar untuk memahami doktrin Tritunggal.

Penting untuk mencatat bahwa doktrin Tritunggal yang mengajarkan kejamakan Allah Bapa, Allah Putra (Yesus Kristus), dan Allah Roh Kudus, ditemukan dalam keseluruhan pengajaran Alkitab, terutama dalam konteks ayat-ayat yang menggambarkan interaksi dan hubungan antara ketiga pribadi tersebut.

t10

Bilangan 6:24-26 dalam Terjemahan Baru (TB) menyatakan, "TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera." Ayat ini adalah doa pengucapan berkat yang diberikan kepada umat Israel.

Di sisi lain, 2 Korintus 13:13 menyatakan, "Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian." Ayat ini mengungkapkan salam dan berkat dari rasul Paulus kepada jemaat di Korintus.

Ketika membandingkan kedua ayat ini, ada beberapa kesamaan dalam pesan dan tema. Keduanya berbicara tentang berkat dan kasih karunia yang berasal dari Allah. Bilangan 6:24-26 menekankan bahwa TUHAN memberkati, melindungi, menyinari, dan memberi damai sejahtera. Sementara itu, 2 Korintus 13:13 menekankan kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus.

Kedua ayat tersebut, meskipun mengungkapkan dalam konteks yang berbeda, menyampaikan pesan tentang kehadiran dan kejamakan Allah yang memberikan berkat dan kasih karunia kepada umat-Nya.

T9

Data dalam Perjanjian Baru tentang kejamakan Allah dari ayat-ayat berikut ini :

1. Matius 3:16-17: Ayat ini menggambarkan peristiwa baptisan Yesus di sungai Yordan. Ketika Yesus dibaptis, Roh Kudus turun seperti burung merpati dan suara dari Surga mengatakan, "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." Ayat ini menunjukkan kehadiran Bapa (suara dari Surga), Anak (Yesus), dan Roh Kudus yang semuanya ada bersama dalam momen ini.

2. Matius 28:19: Ayat ini mencatat perintah Yesus kepada murid-murid-Nya untuk pergi dan membuat murid-murid dari semua bangsa, "membaptis mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus." Ayat ini menunjukkan bahwa dalam tindakan pembaptisan, ada pengenalan terhadap kejamakan Allah, di mana murid-murid diminta untuk dibaptis dalam nama ketiga pribadi Allah yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

3. Yohanes 14:16: Yesus berbicara tentang penghiburan yang akan dikirim oleh Bapa, yaitu "Penghibur lain, yaitu Roh Kebenaran." Penghibur ini adalah Roh Kudus, yang dikirim oleh Bapa untuk menghibur dan memimpin para pengikut Yesus.

4. Yohanes 14:26: Yesus berbicara tentang pengajaran Roh Kudus yang akan mengingatkan dan mengajarkan segala sesuatu kepada para pengikut-Nya. Ayat ini menunjukkan bahwa kehadiran Roh Kudus memberikan pengajaran dan pengingat kepada orang-orang yang percaya.

5. Yohanes 16:15: Yesus mengatakan bahwa Roh Kudus akan mengambil dari apa yang adalah milik-Nya (Yesus) dan memberitahukannya kepada para pengikut-Nya. Ini menunjukkan bahwa Roh Kudus, sebagai bagian dari kejamakan Allah, mengarahkan perhatian kepada Yesus dan memberitakan-Nya kepada orang-orang.

6. 2 Korintus 13:13: Ayat ini mengungkapkan doa Paulus untuk jemaat di Korintus, di mana ia berbicara tentang "kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus." Doa ini mengakui kehadiran dan peran ketiga pribadi Allah dalam memberikan kasih karunia dan persekutuan kepada orang percaya.

7. I Petrus 1:2: Ayat ini merujuk kepada pemilihan dan penyucian yang terjadi melalui Roh Kudus, "sesuai dengan rencana Allah Bapa dan oleh pekerjaan Roh Kudus." Ayat ini menegaskan peran Roh Kudus dalam melaksanakan rencana penyelamatan Allah.

8. I Yohanes 5:7: Ayat ini, yang juga dikenal sebagai Comma Johanneum, telah menjadi kontroversial karena tidak ada dalam banyak salinan asli Perjanjian Baru. Namun, meskipun keabsahan ayat ini diperdebatkan, jika kita mempertimbangkan ayat ini, ia menyatakan bahwa ada kesaksian di surga tentang Bapa, Firman (Yesus), dan Roh Kudus, dan ketiganya adalah satu.
Keseluruhan ayat-ayat ini menggambarkan kehadiran dan peran ketiga pribadi Allah (Bapa, Anak, dan Roh Kudus) dalam kehidupan orang percaya, menunjukkan kejamakan Allah yang mengasihi, memimpin, mengajar, menghibur, memberikan kasih karunia, dan menyelamatkan.

t 8

Dalam konteks kejamakan Tuhan, ayat-ayat  dari Yesaya 63:7-10 dapat dikaitkan dengan konsep Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Berikut adalah penjelasan yang menghubungkan ayat-ayat tersebut dengan konsep tersebut:

1. Yesaya 63:7: "Aku hendak menyebut-nyebut perbuatan kasih setia TUHAN (Bapa)." Ayat ini menunjukkan bahwa perbuatan kasih setia tersebut adalah atribut Tuhan, yang dapat diasosiasikan dengan Bapa dalam konsep Trinitas. Bapa merupakan sumber dari kasih setia dan tindakan penyelamatan.

2. Yesaya 63:8: "Bukankah Ia (Bapa) berfirman: 'Sungguh, merekalah umat-Ku, anak-anak yang tidak akan berlaku curang,' maka Ia menjadi Juruselamat mereka." Ayat ini mengindikasikan bahwa Bapa berbicara dan menyatakan bahwa umat-Nya adalah milik-Nya dan bahwa Dia sendiri menjadi Juruselamat mereka. Hal ini dapat dihubungkan dengan konsep Yesus Kristus sebagai Putra Allah yang menjadi Juruselamat umat manusia.

3. Yesaya 63:10: "Tetapi mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya." Ayat ini menunjukkan bahwa Roh Kudus, yang dianggap sebagai manifestasi kehadiran Tuhan di dunia ini, telah diperolok-olok dan diabaikan oleh umat-Nya. Hal ini mencerminkan pelanggaran terhadap kehadiran dan peran Roh Kudus dalam hidup orang percaya.

Dalam interpretasi ini, Bapa diasosiasikan dengan perbuatan kasih setia, Putra adalah Juruselamat umat manusia, dan Roh Kudus adalah kehadiran dan kuasa Tuhan di dunia ini. 

Tritunggal 6

Dalam beberapa ayat Alkitab, penampakan malaikat sebenarnya merupakan penampakan Tuhan sendiri. Hal ini menggambarkan bahwa Tuhan dapat menampakan diri-Nya dalam bentuk malaikat untuk berkomunikasi dengan manusia. 

Dalam konteks Kejadian 22:1-19, ketika malaikat TUHAN (Malakh YHWH) berbicara kepada Abraham, itu sebenarnya merupakan penampakan Tuhan sendiri. Ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa Tuhan berbicara langsung kepada Abraham melalui malaikat-Nya. Meskipun istilah "malaikat" digunakan, namun identitas yang dinyatakan oleh malaikat tersebut adalah Tuhan sendiri. Ini menggambarkan kemampuan Tuhan untuk menampakan diri-Nya dalam bentuk yang dapat dipahami manusia untuk berkomunikasi dengan mereka.

Hal yang sama juga dapat dilihat dalam Kejadian 18, ketika Tuhan menampakan diri kepada Abraham dalam bentuk tiga orang. Awalnya, Abraham melihat tiga orang yang datang kepadanya, namun dalam perkembangan cerita, terungkap bahwa salah satu dari mereka adalah Tuhan sendiri.

Dalam beberapa situasi seperti ini, penampakan malaikat sebenarnya adalah manifestasi dari kehadiran Tuhan yang sebenarnya. Tuhan menggunakan bentuk malaikat untuk berbicara dan berinteraksi dengan manusia. Meskipun secara harfiah disebut sebagai malaikat, esensi dan identitas yang dinyatakan dalam percakapan tersebut adalah Tuhan sendiri.

Ini menunjukkan bahwa Tuhan adalah kejamakan-Nya sendiri, mampu menampakan diri dalam berbagai bentuk yang dapat dipahami manusia, termasuk dalam bentuk malaikat, untuk berkomunikasi dengan mereka dan menyatakan kehendak-Nya. Hal ini menegaskan keesaan Tuhan yang tak terbatas dalam keberagaman bentuk manifestasinya.

t7

Dalam ayat-ayat yang Anda sebutkan, terdapat beberapa aspek yang berkaitan dengan kejamakan Tuhan. Berikut ini adalah penjelasan dan analisis dari setiap ayat tersebut:

1. Kejadian 22:1-19:
Ayat-ayat ini mengisahkan percobaan yang diberikan Allah kepada Abraham untuk mengorbankan anaknya, Ishak. Saat Allah memanggil Abraham, Abraham menjawab dengan menyebut Tuhan. Ketika malaikat TUHAN (Malakh YHWH) memanggil Abraham, Abraham juga menyebut Tuhan. Hal ini menunjukkan penggunaan kata "TUHAN" dan "Allah" secara bergantian dalam konteks percobaan ini. Meskipun istilah yang digunakan tidak secara spesifik menyebut kejamakan Tuhan, hal ini menunjukkan bahwa Abraham mengakui bahwa Allah yang ia sembah adalah satu Allah yang esa.

2. Keluaran 3:2-6:
Ayat ini menceritakan peristiwa ketika Allah menampakkan diri kepada Musa melalui semak duri yang menyala. Musa memperhatikan bahwa semak duri tersebut tidak terbakar, sehingga ia memutuskan untuk mendekatinya. Allah berbicara kepada Musa dan menyebut diri-Nya sebagai "Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub." Penggunaan kata "Allah" dalam konteks ini menunjukkan bahwa Allah adalah satu Allah yang telah muncul dalam sejarah melalui hubungan-Nya dengan para leluhur Israel. Meskipun tidak secara langsung menyebut kejamakan Tuhan, hal ini menegaskan keesaan dan kontinuitas Allah dalam hubungan-Nya dengan bangsa Israel.

3. Keluaran 23:20-23:
Ayat ini menekankan keberadaan malaikat TUHAN yang dikirim oleh Allah untuk melindungi dan membimbing bangsa Israel. Allah mengatakan bahwa malaikat-Nya akan berjalan di depan mereka dan membawa mereka ke tempat yang telah disediakan-Nya. Allah menyuruh bangsa Israel untuk mendengarkan perkataan malaikat-Nya dan mematuhi perintah-Nya. Meskipun tidak secara eksplisit menyebut kejamakan Tuhan, ayat ini menunjukkan keberadaan malaikat TUHAN sebagai perwujudan Allah yang menghadirikan diri-Nya kepada bangsa Israel.

4. Yesaya 63:7-14:
Ayat-ayat ini menyebutkan perbuatan kasih setia TUHAN terhadap bangsa Israel. Allah dipuji atas kebaikan-Nya dan kasih sayang-Nya yang besar terhadap umat-Nya. Allah menyatakan bahwa Dialah sendiri yang menjadi Juruselamat mereka dalam segala kesesakan dan Ia menebus mereka dalam kasih dan belas kasihan-Nya. Ayat ini mencerminkan kejamakan Tuhan dalam pengampunan, perlindungan, dan keselamatan yang diberikan-Nya kepada bangsa Israel.

Meskipun tidak secara khusus mengacu pada kejamakan Tuhan dalam pengertian keberagaman yang terpadu, ayat-ayat tersebut memberikan gambaran tentang keesaan dan tindakan Allah yang

 mengasihi, melindungi, dan menyelamatkan umat-Nya.

Tritunggal 5

Kejamakan Allah, merujuk pada konsep bahwa Allah adalah jamak atau ada dalam bentuk keberagaman yang terpadu. Dalam hal ini, kata "echad" digunakan untuk menggambarkan kejamakan Allah, yang berarti ada satu Allah dalam keberagaman yang terpadu.

Dalam rangka mengembangkan detail dan menganalisis setiap ayat Alkitab yang Anda sebutkan tentang kejamakan Allah, berikut adalah penjelasan tentang ayat-ayat tersebut:

1. Ulangan 6:4:
"Mendengarlah, hai Israel: TUHAN, Allah kita, TUHAN itu esa!"

Ayat ini menekankan keesaan Allah, yang dinyatakan dalam frasa "TUHAN itu esa." Meskipun kata "esa" dalam ayat ini digunakan dalam arti tunggal, dalam konteks keseluruhan Kitab Ulangan dan pemahaman Ibrani, hal ini mengandung makna lebih dalam yang menggambarkan kejamakan Allah. Meskipun ada keberagaman dalam karakteristik dan atribut Allah, Dia tetap satu dan tidak dapat dibagi-bagi.

2. Kejadian 1:26-27:
"Lalu berfirmanlah Allah: Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; sebagai laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka."

Ayat ini menunjukkan kejamakan Allah dalam konteks penciptaan manusia. Frasa "Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita" menunjukkan adanya keberagaman dalam Allah yang berpadu menjadi satu. Manusia diciptakan menurut gambar Allah yang tidak dapat dijelaskan secara fisik, mencerminkan kejamakan Allah dalam wujud manusia sebagai laki-laki dan perempuan.

3. Kejadian 3:22:
"Lalu TUHAN, Allah, berfirman: 'Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat.'"

Ayat ini menggambarkan peristiwa setelah dosa manusia pertama di Taman Eden. Allah menyatakan bahwa manusia telah menjadi seperti salah satu dari "Kita", menunjukkan kejamakan Allah dalam konteks yang terpadu. Meskipun Allah berbicara dalam bentuk jamak, hal ini menegaskan bahwa keberagaman dalam pengetahuan dan pemahaman tentang yang baik dan yang jahat ada dalam Allah yang esa.

4. Kejadian 11:7:
"Marilah turun dan Kita bercampur bahasa mereka, sehingga seorang tidak mengerti lagi bahasa seorang yang lain."

Ayat ini merujuk kepada peristiwa pembangunan Menara Babel. Allah menggunakan kata ganti "Kita

" dalam konteks kejamakan-Nya untuk menunjukkan tindakan-Nya yang melibatkan keberagaman yang terpadu. Allah berkuasa untuk mencampur bahasa manusia dan memperkenalkan keberagaman bahasa sebagai hukuman atas kebanggaan manusia.

5. Kejadian 19:24:
"Lalu TUHAN menurunkan hujan belerang dan api yang berasal dari TUHAN dari langit, menghancurkan Sodom dan Gomora."

Ayat ini mengisahkan penghancuran Sodom dan Gomora oleh Allah sebagai hukuman atas kejahatan mereka. Dalam ayat ini, penggunaan kata "TUHAN" dalam bentuk jamak menunjukkan kejamakan Allah dalam tindakan penghukuman-Nya. Allah yang esa, dalam keberagaman-Nya, menunjukkan kuasa-Nya dalam menghancurkan kota-kota tersebut.

6. Kejadian 22:1-19:
"Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abraham dalam suatu penglihatan, demikian: 'Abraham!' Jawabnya: 'Ya, Tuhan.' Firman-Nya: 'Ambillah anakmu, anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yaitu Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.'"

Ayat ini menceritakan perintah Allah kepada Abraham untuk mengorbankan anak tunggalnya, Ishak. Penggunaan kata "TUHAN" dalam bentuk jamak menunjukkan kejamakan Allah dalam perintah-Nya kepada Abraham. Meskipun hanya ada satu Allah yang esa, perintah ini menggambarkan keberagaman dalam kehendak dan tindakan Allah yang terpadu.

Dengan menganalisis ayat-ayat tersebut, terlihat bahwa meskipun ada penggunaan kata "TUHAN" dalam bentuk tunggal, konteks keseluruhan dan pengertian Ibrani mendukung konsep kejamakan Allah. Dalam kejamakan-Nya, Allah adalah satu dalam keberagaman yang terpadu, mencakup karakteristik dan atribut-Nya yang unik.

Tritunggal 4

Kesatuan Allah dalam Perjanjian Baru:

1. Markus 12:29:
"Jawab Yesus: Inilah yang terutama: Dengarlah, hai Israel: Tuhan kita, Tuhan itu esa."

Ayat ini adalah bagian dari percakapan antara Yesus dan seorang ahli Taurat yang bertanya kepada-Nya tentang perintah yang terutama. Yesus menjawab dengan mengutip perkataan dari kitab Ulangan 6:4, yang juga terdapat dalam Perjanjian Lama. Dalam mengutip ayat ini, Yesus menekankan keesaan Allah sebagai yang terutama dan menegaskan bahwa hanya ada satu Tuhan yang harus disembah. Ayat ini menguatkan ajaran Perjanjian Lama tentang keesaan Allah dan memperlihatkan bahwa Yesus mengakui dan membenarkan kebenaran tersebut.

2. Yohanes 17:3:
"Inilah hidup yang kekal, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, Allah yang satu-satunya benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus."

Ayat ini merupakan bagian dari doa Yesus kepada Bapa-Nya sebelum penderitaan-Nya. Yesus berbicara tentang hidup yang kekal, dan menekankan bahwa hidup yang kekal terletak pada pengenalan akan Allah yang satu-satunya benar dan Yesus Kristus yang diutus oleh-Nya. Ayat ini menegaskan keesaan Allah dan memperlihatkan bahwa mengenal Allah adalah hal yang esensial dalam mencapai hidup yang kekal. Yesus mengajarkan pentingnya mengenal Allah yang benar dan menjadikan-Nya sebagai pusat dari kehidupan kita.

3. 1 Korintus 8:6:
"Namun bagi kami hanya ada satu Allah, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang kami tujukan hidup kami kepada-Nya, dan satu Tuhan, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya adalah segala sesuatu dan yang oleh-Nya kami hidup."

Ayat ini ditulis oleh rasul Paulus kepada jemaat di Korintus. Paulus menegaskan bahwa bagi mereka yang percaya, hanya ada satu Allah yang mereka sembah, yaitu Bapa yang merupakan sumber segala sesuatu. Mereka juga mengakui satu Tuhan, yaitu Yesus Kristus, yang adalah perantara antara Allah dan manusia. Ayat ini menunjukkan bahwa keesaan Allah terwujud dalam hubungan yang erat antara Bapa dan Anak-Nya, Yesus Kristus. Keesaan Allah dalam Perjanjian Baru dipahami melalui pengenalan dan penghormatan terhadap Allah Bapa dan Yesus Kristus sebagai Tuhan.

4. 1 Timotius 2:5:
"Sebab ada satu Allah dan satu perantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus."

Ayat ini ditulis oleh rasul Paulus kepada Timotius. Paulus menekankan bahwa hanya ada satu Allah dan satu perantara antara Allah dan manusia, yaitu Yesus Kristus. Ayat ini menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan yang mempertemukan manusia dengan Allah. Melalui peran-Nya sebagai perantara, Yesus Kristus membawa keselamatan dan memberikan akses kepada manusia untuk berhubungan dengan Allah yang esa. Ayat ini menguatkan ajaran keesaan Allah dalam Perjanjian Baru dan pentingnya Yesus Kristus sebagai jembatan antara Allah dan manusia.

Melalui analisis ayat-ayat tersebut, dapat dilihat bahwa Perjanjian Baru juga menekankan dan memperkuat ajaran keesaan Allah yang ada dalam Perjanjian Lama. Ayat-ayat ini menunjukkan kesinambungan antara kedua perjanjian tersebut dalam mengajarkan bahwa hanya ada satu Allah yang benar dan patut disembah. Mereka menggarisbawahi pentingnya pengenalan dan penghormatan terhadap Allah yang esa, dan menunjukkan Yesus Kristus sebagai perantara antara Allah dan manusia dalam mewujudkan hubungan yang erat dengan-Nya.

Tritunggal3

Kesatuan Allah dalam Perjanjian Lama:

1. Ulangan 6:4:
"Akhir kata, inilah yang harus kamu dengar, hai Israel: TUHAN, Allah kita, TUHAN itu esa!"

Ayat ini merupakan salah satu pernyataan terkenal dalam Alkitab yang dikenal sebagai Syema, yang merupakan bagian penting dalam doa Yahudi sehari-hari. Ayat ini menegaskan dengan tegas keesaan Allah, dan menekankan bahwa hanya ada satu TUHAN yang harus disembah. Hal ini menunjukkan bahwa dalam keyakinan Israel, keesaan Allah adalah asas utama yang harus dipatuhi dan diakui.

2. Ulangan 4:39:
"Ketahuilah pada hari ini dan renungkanlah dalam hatimu, bahwa TUHAN itu Allah di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain."

Ayat ini juga menegaskan keesaan Allah dan mengajak orang-orang Israel untuk merenungkan dan mengenali bahwa hanya ada satu Allah yang berkuasa di surga dan di bumi. Hal ini menunjukkan bahwa Allah adalah yang tertinggi dan tidak ada ilah lain yang dapat menyamai-Nya. Ayat ini mengajarkan pentingnya pengakuan dan penghormatan terhadap keesaan Allah.

3. Ulangan 32:39:
"Ketahuilah sekarang, bahwa Akulah Allah, dan tidak ada allah lain di samping Aku; Akulah yang memberikan hidup dan mematikan, Akulah yang melukai dan juga menyembuhkan, dan tidak ada yang melepaskan tangan-Ku dari pada itu."

Ayat ini merupakan bagian dari nyanyian Musa yang mengingatkan bangsa Israel tentang kekuasaan dan kasih Allah. Allah menyatakan dengan tegas bahwa hanya ada satu Allah, dan tidak ada ilah lain selain-Nya. Allah adalah yang mengendalikan hidup dan kematian, memberikan penyembuhan dan penghakiman, dan tidak ada yang dapat melepaskan diri dari kuasa-Nya. Ayat ini menekankan eksklusivitas dan kekuasaan Allah sebagai satu-satunya penguasa yang patut disembah.

4. Yesaya 43:10-11:
"Kamu adalah saksi-Ku, demikianlah firman TUHAN, dan aku, akulah Allah. Sebelum Aku tidak ada Allah yang tercipta dan sesudah Aku pun tidak akan ada. Akulah TUHAN, dan tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku. Aku berbuat, dan siapakah yang dapat mencegahnya?"

Yesaya adalah salah satu nabi utama dalam Perjanjian Lama yang menyampaikan pesan-pesan Allah kepada bangsa Israel. Ayat ini menegaskan bahwa bangsa Israel adalah saksi Allah yang dipilih-Nya, dan Allah menyatakan diri-Nya sebagai satu-satunya Allah yang ada sejak awal dan tidak akan ada Allah lain selain-Nya di masa depan. Allah menegaskan bahwa tidak ada yang mampu melepaskan diri dari kuasa-Nya, dan bahwa tidak ada yang dapat menghalangi rencana dan perbuatan-Nya. Ayat ini mengajak bang

Tentu, berikut adalah pengembangan dengan detail dan analisis setiap ayat Alkitab yang Anda sebutkan mengenai kesatuan Allah dalam Perjanjian Lama:

1. Ulangan 6:4:
"Akhir kata, inilah yang harus kamu dengar, hai Israel: TUHAN, Allah kita, TUHAN itu esa!"

Ayat ini merupakan salah satu pernyataan terkenal dalam Alkitab yang dikenal sebagai Syema, yang merupakan bagian penting dalam doa Yahudi sehari-hari. Ayat ini menegaskan dengan tegas keesaan Allah, dan menekankan bahwa hanya ada satu TUHAN yang harus disembah. Hal ini menunjukkan bahwa dalam keyakinan Israel, keesaan Allah adalah asas utama yang harus dipatuhi dan diakui.

2. Ulangan 4:39:
"Ketahuilah pada hari ini dan renungkanlah dalam hatimu, bahwa TUHAN itu Allah di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain."

Ayat ini juga menegaskan keesaan Allah dan mengajak orang-orang Israel untuk merenungkan dan mengenali bahwa hanya ada satu Allah yang berkuasa di surga dan di bumi. Hal ini menunjukkan bahwa Allah adalah yang tertinggi dan tidak ada ilah lain yang dapat menyamai-Nya. Ayat ini mengajarkan pentingnya pengakuan dan penghormatan terhadap keesaan Allah.

3. Ulangan 32:39:
"Ketahuilah sekarang, bahwa Akulah Allah, dan tidak ada allah lain di samping Aku; Akulah yang memberikan hidup dan mematikan, Akulah yang melukai dan juga menyembuhkan, dan tidak ada yang melepaskan tangan-Ku dari pada itu."

Ayat ini merupakan bagian dari nyanyian Musa yang mengingatkan bangsa Israel tentang kekuasaan dan kasih Allah. Allah menyatakan dengan tegas bahwa hanya ada satu Allah, dan tidak ada ilah lain selain-Nya. Allah adalah yang mengendalikan hidup dan kematian, memberikan penyembuhan dan penghakiman, dan tidak ada yang dapat melepaskan diri dari kuasa-Nya. Ayat ini menekankan eksklusivitas dan kekuasaan Allah sebagai satu-satunya penguasa yang patut disembah.

4. Yesaya 43:10-11:
"Kamu adalah saksi-Ku, demikianlah firman TUHAN, dan aku, akulah Allah. Sebelum Aku tidak ada Allah yang tercipta dan sesudah Aku pun tidak akan ada. Akulah TUHAN, dan tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku. Aku berbuat, dan siapakah yang dapat mencegahnya?"

Yesaya adalah salah satu nabi utama dalam Perjanjian Lama yang menyampaikan pesan-pesan Allah kepada bangsa Israel. Ayat ini menegaskan bahwa bangsa Israel adalah saksi Allah yang dipilih-Nya, dan Allah menyatakan diri-Nya sebagai satu-satunya Allah yang ada sejak awal dan tidak akan ada Allah lain selain-Nya di masa depan. Allah menegaskan bahwa tidak ada yang mampu melepaskan diri dari kuasa-Nya, dan bahwa tidak ada yang dapat menghalangi rencana dan perbuatan-Nya. Ayat ini mengajak bangsa Israel untuk mengakui dan mengabdi kepada Allah yang esa.

5. Yesaya 44:6:
"Beginilah firman TUHAN, Raja Israel dan Penebusnya, TUHAN semesta alam: Aku adalah yang mula dan yang terakhir, dan tidak ada Allah lain selain Aku."

Ayat ini menunjukkan kuasa dan otoritas Allah sebagai Raja Israel dan Penebus. Allah menyatakan bahwa hanya ada satu Allah, yang ada sejak awal dan akan ada sampai akhir. Tidak ada Allah lain yang sebanding atau setara dengan-Nya. Ayat ini menekankan eksklusivitas dan keesaan Allah serta kekuasaan-Nya sebagai satu-satunya penguasa.

6. Maleakhi 2:10:
"Bukankah kita sekalian adalah bapa yang sama, bukankah satu Allah yang menciptakan kita? Mengapakah kita berbuat khianat seorang terhadap yang lain, dengan melanggar perjanjian nenek moyang kita?"

Ayat ini menyoroti persatuan dan kesatuan umat manusia dalam penciptaan Allah. Allah adalah satu Allah yang menciptakan kita semua, dan oleh karena itu, semua orang adalah bapa yang sama, karena kita berasal dari satu keturunan. Ayat ini menegaskan bahwa melanggar perjanjian dan berbuat khianat terhadap sesama manusia adalah pelanggaran terhadap prinsip keesaan Allah. Ayat ini mengajak umat manusia untuk hidup dalam kesatuan, saling mengasihi, dan tidak saling berkhianat.

Melalui analisis ayat-ayat tersebut, terlihat jelas bahwa Perjanjian Lama mengajarkan dan menegaskan keesaan Allah. Ayat-ayat tersebut menunjukkan pentingnya mengakui dan menghormati Allah yang esa, dan menghindari penyembahan kepada ilah lain atau berbuat khianat terhadap-Nya. Pengajaran ini memberikan dasar teologis bagi keyakinan Yahudi dan Kristen tentang keesaan Allah.


Tritunggal2

doktrin Allah Esatri atau Tritunggal yang berkembang dalam tradisi Bapa-bapa Gereja.  Allah yang benar adalah Allah yang Mahabesar dan Misterius (transenden) yang tidak dapat sepenuhnya dipahami oleh akal manusia yang terbatas. Oleh karena itu, pemahaman tentang Allah hanya dapat diperoleh melalui wahyu yang dinyatakan-Nya dalam kitab suci.

mencerminkan pandangan teologis yang mendasarkan pemahaman tentang Allah secara eksklusif pada wahyu yang terkandung dalam Alkitab. Ini menunjukkan keyakinan bahwa batasan manusia tidak mampu sepenuhnya memahami sifat dan hakikat Allah yang Mahabesar. Oleh karena itu, penafsiran atau pemahaman tentang Allah yang berada di luar apa yang dinyatakan dalam Alkitab dianggap sebagai "illah lain" atau konsepsi yang salah.
Pandangan ini merupakan satu perspektif dalam teologi Kristen. Ada berbagai pandangan dan interpretasi tentang Allah dalam berbagai tradisi keagamaan di seluruh dunia. Beberapa mungkin tidak sepenuhnya setuju dengan pandangan bahwa Allah hanya dapat dipahami melalui wahyu yang dinyatakan dalam Alkitab. 

Tritunggal 1

Doktrin Allah Esatri (Tritunggal) adl hasil dari pergumulan memahami FT berabad-abad oleh Bapa2 Gereja. Allah yang benar adalah Allah yang Mahabesar dan Misterius (transenden), yg tdk mampu dipahami oleh otak manusia yg terbatas.
Oleh krn itu Allah hanya dpt dipahami menurut wahyu yg dinyatakan-Nya dalam kitab suci-Nya. Pengertian ttg Allah yg dipahami di luar apa yang dinyatakan oleh Alkitab adalah “illah lain.”

KEESAAN ALLAH
DATA DALAM P L TENTANG KEESAAN ALLAH
Ulangan 6:4
ULANGAN 4:39
ULANGAN 32:39
Yesaya 43:10-11
Yesaya 44:6
Maleakhi 2:10 

DATADALAM P B TENTANG KEESAAN ALLAH
Markus 12:29
Yohanes 17:3
I Korintus 8:6
I Timotius 2:5
Baik PL maupun PB menegaskan bahwa hanya ada satu Allah saja (Allah yang esa)

KEJAMAKAN ALLAH

DATA DLM P L TTG KEJAMAKAN ALLAH
ULANGAN 6: 4
 Echad (satu - jamak/kolektif) (bhs Arab: Ahad)
 Yakhid (satu - tunggal) (bhs Arab: wahid)

Contoh dalam Kejadian 2:24:
KEJADIAN 1:26-27
Kejadian 3 : 22
Kejadian 11: 7
Kejadian 19:24
Kejadian 22: 1-19
1: Setelah semuanya itu Allah men-coba Abraham . Ia berfirman kepada-nya: “Abraham,” lalu sahutnya: “ya, Tuhan.” 2: Firman-Nya: “Ambillah anakmu yg tunggal itu, yg engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana . . .”
11: Ttp berseruhlah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.” 12: Lalu ia berfirman: “Jgn bunuh anak itu dan jgn kau apa2kan dia Sbb kuketahui skrg bhw engkau takut akan Allah dan engkau tdk segan2 utk menyerahkan anakmu yg tunggal kepada-KU.
15: Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham, 16: Kata-Nya: “AKU bersumpah demi diri-KU sendiri – demikianlah Firman TUHAN - : krn engkau tlh berbuat demikian, dan engkau tdk segan2 utk menyerahkan anakmu yg tunggal kepada-KU, 
17: maka AKU akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak spt bintang di langit dan spt pasir di laut . . . 18: Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendpt berkat, krn engkau mendengarkan firman-KU.

Keluaran 3: 2-6
2: Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yg keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah semak duri itu menyalah, ttp tdk dimakan api.
3: Musa berkata: “Baiklah aku menyimpang ke sana utk memeriksa penglihatan yg hebat itu. Mengapa-kah tidak terbakar semak duri itu?” 4: Ketika dilihat TUHAN , bhw Musa menyimpang utk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah2 semak duri itu kepadanya: “Musa, Musa” dan ia menjawab: “Ya, Allah.”
5: Lalu ia berfirman: “janganlah dtg dekat2: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.” 6: Lalu Ia berfirman: “AKU-lah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.” Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.
Keluaran 23:2O-23
23:20 "Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. 23:21 Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya, janganlah engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan diampuninya, sebab nama-Ku ada di dalam dia.
22: Tetapi jika engkau sungguh-sungguh mendengarkan perkataannya, dan melakukan segala yang Kufirmankan, maka Aku akan memusuhi musuhmu, dan melawan lawanmu. 23: Sebab malaikat-Ku (Malakh YHWH) akan berjalan di depanmu dan membawa engkau kepada orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Kanaan, orang Hewi dan orang Yebus, dan Aku akan melenyapkan mereka. (lht jg Kel.23:25 – 24:1)

Yesaya 63:7-14
63:7 Aku hendak menyebut-nyebut perbuatan kasih setia TUHAN, (Bapa) perbuatan TUHAN yang masyhur, sesuai dengan segala yang dilakukan TUHAN kepada kita, dan kebajikan yang besar kepada kaum Israel yang dilakukan-Nya kepada mereka sesuai dengan kasih sayang-Nya dan sesuai dengan kasih setia-Nya yang besar. 63:8 Bukankah Ia (Bapa) berfirman: "Sungguh, merekalah umat-Ku, anak-anak yang tidak akan berlaku curang," maka Ia menjadi Juruselamat mereka

63:9 dalam segala kesesakan mereka. Bukan seorang duta atau utusan, melainkan Ia sendirilah (Malaikat Kehadiran-Nya) yang menyelamatkan mereka; Dialah yang menebus mereka dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya. Ia mengangkat dan menggendong mereka selama zaman dahulu kala. 63:10 Tetapi mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya; maka Ia berubah menjadi musuh mereka, dan Ia sendiri berperang melawan mereka.

DATA2 DLM P B TTG KEJAMAKAN ALLAH
Matius 3: 16-17
Matius 28:19
Yohanes 14: 16
Yohanes 14:26
Yohanes 16: 15
2 Korintus 13:13
“Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian” Bdk dgn Berkat Imam (Bilangan 6:24-26) 
Bilangan 6:24-26: 24: TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; 25: TUHAN menyinari engkau dgn wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; 26: TUHAN menghadapkan wajah-Nya kpdmu dan memberi engkau damai sejahtera.
I Petrus 1:2
I Yohanes 5: 7


Konsep Kenosis (pengosongan diri)

Konsep Kenosis (pengosongan diri) merujuk pada ajaran bahwa Yesus, dalam kehidupan-Nya sebagai manusia, secara sukarela mengosongkan diri-Ny...