Rabu, 14 Juni 2023

t 8

Dalam konteks kejamakan Tuhan, ayat-ayat  dari Yesaya 63:7-10 dapat dikaitkan dengan konsep Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Berikut adalah penjelasan yang menghubungkan ayat-ayat tersebut dengan konsep tersebut:

1. Yesaya 63:7: "Aku hendak menyebut-nyebut perbuatan kasih setia TUHAN (Bapa)." Ayat ini menunjukkan bahwa perbuatan kasih setia tersebut adalah atribut Tuhan, yang dapat diasosiasikan dengan Bapa dalam konsep Trinitas. Bapa merupakan sumber dari kasih setia dan tindakan penyelamatan.

2. Yesaya 63:8: "Bukankah Ia (Bapa) berfirman: 'Sungguh, merekalah umat-Ku, anak-anak yang tidak akan berlaku curang,' maka Ia menjadi Juruselamat mereka." Ayat ini mengindikasikan bahwa Bapa berbicara dan menyatakan bahwa umat-Nya adalah milik-Nya dan bahwa Dia sendiri menjadi Juruselamat mereka. Hal ini dapat dihubungkan dengan konsep Yesus Kristus sebagai Putra Allah yang menjadi Juruselamat umat manusia.

3. Yesaya 63:10: "Tetapi mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya." Ayat ini menunjukkan bahwa Roh Kudus, yang dianggap sebagai manifestasi kehadiran Tuhan di dunia ini, telah diperolok-olok dan diabaikan oleh umat-Nya. Hal ini mencerminkan pelanggaran terhadap kehadiran dan peran Roh Kudus dalam hidup orang percaya.

Dalam interpretasi ini, Bapa diasosiasikan dengan perbuatan kasih setia, Putra adalah Juruselamat umat manusia, dan Roh Kudus adalah kehadiran dan kuasa Tuhan di dunia ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Konsep Kenosis (pengosongan diri)

Konsep Kenosis (pengosongan diri) merujuk pada ajaran bahwa Yesus, dalam kehidupan-Nya sebagai manusia, secara sukarela mengosongkan diri-Ny...