Dalam konteks Kejadian 22:1-19, ketika malaikat TUHAN (Malakh YHWH) berbicara kepada Abraham, itu sebenarnya merupakan penampakan Tuhan sendiri. Ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa Tuhan berbicara langsung kepada Abraham melalui malaikat-Nya. Meskipun istilah "malaikat" digunakan, namun identitas yang dinyatakan oleh malaikat tersebut adalah Tuhan sendiri. Ini menggambarkan kemampuan Tuhan untuk menampakan diri-Nya dalam bentuk yang dapat dipahami manusia untuk berkomunikasi dengan mereka.
Hal yang sama juga dapat dilihat dalam Kejadian 18, ketika Tuhan menampakan diri kepada Abraham dalam bentuk tiga orang. Awalnya, Abraham melihat tiga orang yang datang kepadanya, namun dalam perkembangan cerita, terungkap bahwa salah satu dari mereka adalah Tuhan sendiri.
Dalam beberapa situasi seperti ini, penampakan malaikat sebenarnya adalah manifestasi dari kehadiran Tuhan yang sebenarnya. Tuhan menggunakan bentuk malaikat untuk berbicara dan berinteraksi dengan manusia. Meskipun secara harfiah disebut sebagai malaikat, esensi dan identitas yang dinyatakan dalam percakapan tersebut adalah Tuhan sendiri.
Ini menunjukkan bahwa Tuhan adalah kejamakan-Nya sendiri, mampu menampakan diri dalam berbagai bentuk yang dapat dipahami manusia, termasuk dalam bentuk malaikat, untuk berkomunikasi dengan mereka dan menyatakan kehendak-Nya. Hal ini menegaskan keesaan Tuhan yang tak terbatas dalam keberagaman bentuk manifestasinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar