Jumat, 16 Juni 2023

Konsep Kenosis (pengosongan diri)

Konsep Kenosis (pengosongan diri) merujuk pada ajaran bahwa Yesus, dalam kehidupan-Nya sebagai manusia, secara sukarela mengosongkan diri-Nya dari beberapa atribut-Nya yang Ilahi. Dalam konsep ini, Yesus memilih untuk tidak menggunakan sepenuhnya kemampuan-Nya sebagai Allah, tetapi mengambil rupa manusia yang rentan dan terbatas. Meskipun Ia tetap 100% Allah, Ia memilih untuk tidak selalu menunjukkan sifat ke-Ilahian-Nya selama kehidupan-Nya di dunia.

Pengosongan diri ini terlihat dalam banyak contoh, di mana Yesus mengalami kebutuhan dan pengalaman manusiawi seperti tidur, makan, lapar, dan pencobaan. Dia juga mengklaim keterbatasan-Nya dalam pengetahuan tentang waktu kedatangan-Nya yang kedua kali. Semua ini menunjukkan bahwa walaupun Ia memiliki keilahian, Ia hidup dalam batasan dan pengalaman manusia yang nyata.

Tujuan dari Kenosis adalah untuk memungkinkan Yesus mengalami hidup manusia sepenuhnya, termasuk penderitaan dan kematian, sehingga Ia bisa menjadi Juru Selamat yang mampu merasakan dan memahami penderitaan manusia, serta membawa keselamatan melalui pengorbanan-Nya di kayu salib.

Implikasi dari pengosongan diri ini adalah bahwa Yesus tidak hanya menjadi figur spiritual yang jauh dan tidak dapat dicapai, tetapi Ia menjadi seseorang yang dapat didekati dan dipahami oleh umat manusia. Dalam kehidupan-Nya yang manusiawi, Ia memberikan contoh tentang bagaimana hidup yang benar dan mengasihi sesama, serta menyediakan jalan keselamatan bagi mereka yang percaya kepada-Nya.

Dalam teologi Kristen, pengosongan diri Yesus (kenosis) adalah bagian integral dari pengajaran tentang inkarnasi-Nya. Konsep ini membantu umat Kristen memahami hubungan unik antara kemanusiaan dan keilahian Yesus serta arti pentingnya dalam penyelamatan manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Konsep Kenosis (pengosongan diri)

Konsep Kenosis (pengosongan diri) merujuk pada ajaran bahwa Yesus, dalam kehidupan-Nya sebagai manusia, secara sukarela mengosongkan diri-Ny...