Kamis, 15 Juni 2023

t14

Yohanes 15:26:
"Jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Penghibur kepada kamu; yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku."

Dalam ayat ini, Yesus berbicara kepada para pengikut-Nya tentang Roh Kudus. Ia menyatakan bahwa ketika Ia pergi, Ia akan mengutus Penghibur kepada mereka. Penghibur yang dikirim oleh Yesus adalah Roh Kebenaran, yang keluar dari Bapa. Roh Kudus ini akan bersaksi tentang Yesus dan memperkenalkan-Nya kepada mereka.

Selanjutnya, Anda menyatakan bahwa baik Firman (Yesus) maupun Roh Kudus adalah pribadi yang berbeda satu sama lain, dan keduanya juga berbeda dengan Bapa. Hal ini menunjukkan konsep keesaan Allah yang trinitarian, yaitu keyakinan bahwa Allah adalah satu dalam tiga pribadi: Bapa, Anak (Yesus), dan Roh Kudus. Firman (Yesus) dan Roh Kudus adalah pribadi yang berbeda satu sama lain, namun mereka bersatu dalam satu Allah yang sejati.

Allah (Bapa) adalah sumber dari Firman dan Roh Kudus. Firman (Yesus) berasal dari Firman-Nya Allah, dan Roh Kudus berasal dari Roh-Nya Allah. Ini menggarisbawahi keilahian dan keberadaan yang sejati dari kedua pribadi ini.

Dalam ajaran Alkitab dan pengajaran gereja, Allah dinyatakan sebagai Allah yang Mahabesar dan Maha Misterius. Konsep keesaan Allah dalam Alkitab adalah trinitarian, yaitu kepercayaan bahwa Allah ada dalam tiga pribadi yang saling berhubungan. Konsep ini dijelaskan dan dirumuskan secara lebih jelas dalam konsili-konsili gereja.

Dengan demikian, kalimat-kalimat ini menegaskan keberadaan pribadi-pribadi yang berbeda dalam Tritunggal Allah, yaitu Bapa, Anak (Yesus), dan Roh Kudus, serta keilahian dan sumber mereka yang bersatu dalam Allah yang satu.

t13

1. Yohanes 1:1,14:
   "Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah."
   "Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita dan kita melihat kemuliaan-Nya,— yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran."

Dalam Yohanes 1:1, dikatakan bahwa pada awalnya ada Firman. Firman ini bersama-sama dengan Allah. Dalam konteks ini, Firman merujuk kepada Yesus Kristus. Firman adalah pengungkapan Allah yang hidup, dan ia ada bersama-sama dengan Allah sejak awal. Firman ini memiliki kodrat ilahi dan bersatu dengan Allah.

Kemudian, dalam Yohanes 1:14, dikatakan bahwa Firman itu menjadi manusia. Ini mengacu pada inkarnasi Yesus Kristus, di mana Firman yang kekal menjadi manusia dengan menjelma sebagai Yesus Kristus. Yesus hidup di tengah-tengah manusia dan mereka melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa. Yesus adalah satu-satunya Anak Allah yang memiliki sifat ilahi dan manusia, penuh dengan kasih karunia dan kebenaran.

2. Yohanes 16:27-28:
   "Sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah. Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa."

Dalam ayat ini, Yesus berbicara kepada para pengikut-Nya dan mengatakan bahwa Bapa, yaitu Allah, mengasihi mereka karena mereka telah mengasihi Yesus dan percaya bahwa Yesus datang dari Allah. Yesus mengatakan bahwa Ia datang dari Bapa dan datang ke dalam dunia ini sebagai bagian dari misi-Nya. Namun, pada akhirnya, Yesus akan meninggalkan dunia ini dan pergi kepada Bapa, kembali ke keadaan-Nya yang sejati.

Dengan demikian, kalimat-kalimat ini menekankan identitas dan hubungan Yesus Kristus dengan Allah Bapa. Yesus adalah Firman yang bersama-sama dengan Allah sejak awal, dan kemudian Ia menjadi manusia. Ia datang dari Allah Bapa untuk menebus manusia dan mengungkapkan kasih karunia dan kebenaran-Nya. Percaya kepada Yesus sebagai Anak Allah dan mengasihi-Nya adalah tanda bahwa seseorang juga mengasihi Bapa dan percaya kepada-Nya.

t12

Kalimat yang Anda kutip berasal dari ayat 6a dari Surat Paulus kepada jemaat di Korintus, yaitu 1 Korintus 8:6a. Dalam ayat ini, Paulus menyatakan, "namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang daripada-Nya berasal segala sesuatu." 

Maksud dari kalimat ini adalah bahwa Paulus mengajarkan bahwa bagi orang percaya, hanya ada satu Allah yang diakui dan disembah, dan itu adalah Bapa. Allah Bapa di sini merujuk kepada Allah Tritunggal dalam tradisi Kekristenan, yang terdiri dari Bapa, Anak (Yesus Kristus), dan Roh Kudus. 

Dalam konsep Tritunggal, Allah Bapa adalah sumber dari segala sesuatu. Segala sesuatu, termasuk ciptaan dan kehidupan, berasal dari-Nya. Dalam keyakinan Kristen, Allah Bapa adalah pencipta alam semesta dan pemelihara segala sesuatu yang ada.

Penting untuk dicatat bahwa ayat ini terletak dalam konteks diskusi tentang memakan makanan yang dipersembahkan kepada berhala dalam kehidupan sehari-hari. Paulus mengingatkan jemaat bahwa meskipun ada banyak dewa-dewa dan tuhan-tuhan yang disembah di dunia, bagi orang percaya hanya ada satu Allah yang benar, yaitu Allah Bapa.

Jadi, maksud dari kalimat ini adalah untuk menekankan keesaan Allah yang sejati, di mana Allah Bapa adalah sumber dari segala sesuatu dan satu-satunya Allah yang patut disembah oleh orang percaya.

Konsep Kenosis (pengosongan diri)

Konsep Kenosis (pengosongan diri) merujuk pada ajaran bahwa Yesus, dalam kehidupan-Nya sebagai manusia, secara sukarela mengosongkan diri-Ny...