1. Markus 12:29:
"Jawab Yesus: Inilah yang terutama: Dengarlah, hai Israel: Tuhan kita, Tuhan itu esa."
Ayat ini adalah bagian dari percakapan antara Yesus dan seorang ahli Taurat yang bertanya kepada-Nya tentang perintah yang terutama. Yesus menjawab dengan mengutip perkataan dari kitab Ulangan 6:4, yang juga terdapat dalam Perjanjian Lama. Dalam mengutip ayat ini, Yesus menekankan keesaan Allah sebagai yang terutama dan menegaskan bahwa hanya ada satu Tuhan yang harus disembah. Ayat ini menguatkan ajaran Perjanjian Lama tentang keesaan Allah dan memperlihatkan bahwa Yesus mengakui dan membenarkan kebenaran tersebut.
2. Yohanes 17:3:
"Inilah hidup yang kekal, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, Allah yang satu-satunya benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus."
Ayat ini merupakan bagian dari doa Yesus kepada Bapa-Nya sebelum penderitaan-Nya. Yesus berbicara tentang hidup yang kekal, dan menekankan bahwa hidup yang kekal terletak pada pengenalan akan Allah yang satu-satunya benar dan Yesus Kristus yang diutus oleh-Nya. Ayat ini menegaskan keesaan Allah dan memperlihatkan bahwa mengenal Allah adalah hal yang esensial dalam mencapai hidup yang kekal. Yesus mengajarkan pentingnya mengenal Allah yang benar dan menjadikan-Nya sebagai pusat dari kehidupan kita.
3. 1 Korintus 8:6:
"Namun bagi kami hanya ada satu Allah, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang kami tujukan hidup kami kepada-Nya, dan satu Tuhan, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya adalah segala sesuatu dan yang oleh-Nya kami hidup."
Ayat ini ditulis oleh rasul Paulus kepada jemaat di Korintus. Paulus menegaskan bahwa bagi mereka yang percaya, hanya ada satu Allah yang mereka sembah, yaitu Bapa yang merupakan sumber segala sesuatu. Mereka juga mengakui satu Tuhan, yaitu Yesus Kristus, yang adalah perantara antara Allah dan manusia. Ayat ini menunjukkan bahwa keesaan Allah terwujud dalam hubungan yang erat antara Bapa dan Anak-Nya, Yesus Kristus. Keesaan Allah dalam Perjanjian Baru dipahami melalui pengenalan dan penghormatan terhadap Allah Bapa dan Yesus Kristus sebagai Tuhan.
4. 1 Timotius 2:5:
"Sebab ada satu Allah dan satu perantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus."
Ayat ini ditulis oleh rasul Paulus kepada Timotius. Paulus menekankan bahwa hanya ada satu Allah dan satu perantara antara Allah dan manusia, yaitu Yesus Kristus. Ayat ini menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan yang mempertemukan manusia dengan Allah. Melalui peran-Nya sebagai perantara, Yesus Kristus membawa keselamatan dan memberikan akses kepada manusia untuk berhubungan dengan Allah yang esa. Ayat ini menguatkan ajaran keesaan Allah dalam Perjanjian Baru dan pentingnya Yesus Kristus sebagai jembatan antara Allah dan manusia.
Melalui analisis ayat-ayat tersebut, dapat dilihat bahwa Perjanjian Baru juga menekankan dan memperkuat ajaran keesaan Allah yang ada dalam Perjanjian Lama. Ayat-ayat ini menunjukkan kesinambungan antara kedua perjanjian tersebut dalam mengajarkan bahwa hanya ada satu Allah yang benar dan patut disembah. Mereka menggarisbawahi pentingnya pengenalan dan penghormatan terhadap Allah yang esa, dan menunjukkan Yesus Kristus sebagai perantara antara Allah dan manusia dalam mewujudkan hubungan yang erat dengan-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar