Rabu, 14 Juni 2023

t7

Dalam ayat-ayat yang Anda sebutkan, terdapat beberapa aspek yang berkaitan dengan kejamakan Tuhan. Berikut ini adalah penjelasan dan analisis dari setiap ayat tersebut:

1. Kejadian 22:1-19:
Ayat-ayat ini mengisahkan percobaan yang diberikan Allah kepada Abraham untuk mengorbankan anaknya, Ishak. Saat Allah memanggil Abraham, Abraham menjawab dengan menyebut Tuhan. Ketika malaikat TUHAN (Malakh YHWH) memanggil Abraham, Abraham juga menyebut Tuhan. Hal ini menunjukkan penggunaan kata "TUHAN" dan "Allah" secara bergantian dalam konteks percobaan ini. Meskipun istilah yang digunakan tidak secara spesifik menyebut kejamakan Tuhan, hal ini menunjukkan bahwa Abraham mengakui bahwa Allah yang ia sembah adalah satu Allah yang esa.

2. Keluaran 3:2-6:
Ayat ini menceritakan peristiwa ketika Allah menampakkan diri kepada Musa melalui semak duri yang menyala. Musa memperhatikan bahwa semak duri tersebut tidak terbakar, sehingga ia memutuskan untuk mendekatinya. Allah berbicara kepada Musa dan menyebut diri-Nya sebagai "Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub." Penggunaan kata "Allah" dalam konteks ini menunjukkan bahwa Allah adalah satu Allah yang telah muncul dalam sejarah melalui hubungan-Nya dengan para leluhur Israel. Meskipun tidak secara langsung menyebut kejamakan Tuhan, hal ini menegaskan keesaan dan kontinuitas Allah dalam hubungan-Nya dengan bangsa Israel.

3. Keluaran 23:20-23:
Ayat ini menekankan keberadaan malaikat TUHAN yang dikirim oleh Allah untuk melindungi dan membimbing bangsa Israel. Allah mengatakan bahwa malaikat-Nya akan berjalan di depan mereka dan membawa mereka ke tempat yang telah disediakan-Nya. Allah menyuruh bangsa Israel untuk mendengarkan perkataan malaikat-Nya dan mematuhi perintah-Nya. Meskipun tidak secara eksplisit menyebut kejamakan Tuhan, ayat ini menunjukkan keberadaan malaikat TUHAN sebagai perwujudan Allah yang menghadirikan diri-Nya kepada bangsa Israel.

4. Yesaya 63:7-14:
Ayat-ayat ini menyebutkan perbuatan kasih setia TUHAN terhadap bangsa Israel. Allah dipuji atas kebaikan-Nya dan kasih sayang-Nya yang besar terhadap umat-Nya. Allah menyatakan bahwa Dialah sendiri yang menjadi Juruselamat mereka dalam segala kesesakan dan Ia menebus mereka dalam kasih dan belas kasihan-Nya. Ayat ini mencerminkan kejamakan Tuhan dalam pengampunan, perlindungan, dan keselamatan yang diberikan-Nya kepada bangsa Israel.

Meskipun tidak secara khusus mengacu pada kejamakan Tuhan dalam pengertian keberagaman yang terpadu, ayat-ayat tersebut memberikan gambaran tentang keesaan dan tindakan Allah yang

 mengasihi, melindungi, dan menyelamatkan umat-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Konsep Kenosis (pengosongan diri)

Konsep Kenosis (pengosongan diri) merujuk pada ajaran bahwa Yesus, dalam kehidupan-Nya sebagai manusia, secara sukarela mengosongkan diri-Ny...