Dalam teologi Gereja Katolik Roma, doktrin mengenai prosesi Roh Kudus diajarkan dalam ajaran "Filioque" yang berarti "dan Anak". Dalam pemahaman ini, Roh Kudus dinyatakan keluar dari Bapa dan dari Anak. Filioque awalnya ditambahkan ke dalam Pengakuan Iman Nicea-Konstantinopel (Konstantinopel I) pada Abad ke-6 di Gereja Barat sebagai respons terhadap ajaran sesat mengenai Tritunggal.
Di sisi lain, Gereja Ortodoks Timur menolak penambahan Filioque ke dalam pengakuan iman tersebut. Mereka mengajarkan bahwa Roh Kudus hanya keluar dari Bapa (monoproses) dan tidak secara khusus keluar dari Anak. Pandangan ini didasarkan pada teologi yang diterima di gereja-gereja timur sejak awal, termasuk pemahaman mereka tentang ikon yang terkait dengan perspektif ikonik mengenai Allah Tritunggal.
Perbedaan ini menyebabkan ketegangan antara Gereja Barat dan Gereja Timur. Gereja Timur menegaskan bahwa Gereja Barat telah melanggar kesepakatan ekumenis sebelumnya dengan menambahkan Filioque tanpa konsultasi dan persetujuan Gereja Timur. Selain itu, Gereja Timur berpendapat bahwa penambahan ini melanggar keyakinan akan kesatuan Allah Tritunggal yang mereka anut.
Permasalahan Filioque bukanlah satu-satunya penyebab perpecahan antara Gereja Barat dan Gereja Timur, tetapi hal ini menjadi salah satu faktor penting yang memperdalam perpecahan teologis, politik, dan budaya antara kedua gereja. Hingga saat ini, Gereja Katolik Roma tetap menggunakan formulasi Filioque dalam pengakuannya, sementara Gereja Ortodoks Timur mempertahankan posisi mereka tentang prosesi Roh Kudus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar