Kamis, 08 Juni 2023

Perpecahan Utara-Selatan

Perpecahan antara Gereja Barat dan Gereja Timur, yang dikenal sebagai Perpecahan Utara-Selatan, terjadi pada abad ke-11 dan bukan pada abad ke-6. Namun, saya dapat menjelaskan perbedaan antara Gereja Barat (Gereja Katolik Roma) dan Gereja Timur (Gereja Ortodoks Timur) yang dapat menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi perpecahan tersebut. Berikut adalah beberapa perbedaan utama:

1. Otoritas kepausan: Salah satu perbedaan utama adalah pandangan terhadap kepausan atau otoritas Paus Roma. Gereja Barat (Gereja Katolik Roma) mengakui kepausan Paus sebagai otoritas tertinggi dalam Gereja dan menganggap Paus sebagai pewaris Petrus yang memiliki kekuasaan atas seluruh umat Kristen. Di sisi lain, Gereja Timur (Gereja Ortodoks Timur) tidak mengakui kepausan dalam bentuk yang sama. Mereka menganggap Uskup Roma (Paus) sebagai primus inter pares, yaitu primat di antara para uskup tetapi tidak memiliki otoritas absolut.

2. Teologi dan doktrin: Terdapat beberapa perbedaan teologis antara kedua gereja tersebut. Gereja Barat memiliki pengaruh yang lebih besar dari filsafat Barat dan menggunakan logika skolastik dalam pengembangan teologinya. Gereja Katolik Roma mengembangkan konsep teologi penyelamatan yang dikenal sebagai "doktrin anugrah" (doctrine of grace) dan menggunakan istilah "doktrin dosa asal" (doctrine of original sin). Di sisi lain, Gereja Timur lebih mengutamakan teologi mistik dan menggunakan bahasa yang lebih simbolis dalam pengajaran agamanya.

3. Bahasa liturgi: Gereja Barat menggunakan bahasa Latin sebagai bahasa liturgi utama mereka. Sebelum Reformasi, ketika bahasa Latin menjadi bahasa yang kurang dipahami oleh banyak orang, Gereja Katolik Roma tetap mempertahankan penggunaan bahasa Latin. Di Gereja Timur, berbagai ritus yang berbeda menggunakan bahasa-bahasa setempat, seperti Bahasa Yunani (dalam Gereja Ortodoks Yunani), Bahasa Slavia Gereja (dalam Gereja Ortodoks Rusia), dan lainnya.

4. Penekanan dalam ibadah: Gereja Barat cenderung menekankan penggunaan simbol fisik dalam ibadah mereka, seperti salib, patung, dan lukisan-lukisan religius. Gereja Katolik Roma juga mengakui adanya doktrin tentang "transubstansiasi" dalam Ekaristi, yang berarti roti dan anggur diubah secara substansial menjadi tubuh dan darah Yesus Kristus. Di sisi lain, Gereja Timur memiliki penekanan yang lebih besar pada ibadah liturgis yang berfokus pada keindahan dan kekudusan dengan penggunaan banyak nyanyian dan pujian.

5. Struktur gerejawi: Gereja Barat memiliki struktur hierarkis yang kuat dengan tahta pusat di Roma, di mana Paus

 adalah otoritas tertinggi. Gereja Timur memiliki sistem gerejawi yang lebih federal, dengan beberapa patriarkat yang independen dan memiliki otoritas sendiri. Gereja Ortodoks Timur juga memiliki Konsili Gereja yang terdiri dari para uskup, di mana keputusan penting dibuat secara kolektif.

Perpecahan Utara-Selatan yang sebenarnya terjadi pada abad ke-11 melibatkan banyak faktor, termasuk perbedaan-perbedaan ini dan isu-isu politik serta budaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Konsep Kenosis (pengosongan diri)

Konsep Kenosis (pengosongan diri) merujuk pada ajaran bahwa Yesus, dalam kehidupan-Nya sebagai manusia, secara sukarela mengosongkan diri-Ny...