Kamis, 08 Juni 2023

Konsili Chalcedon

Konsili Chalcedon, yang diselenggarakan pada tahun 451 Masehi di Chalcedon (sekarang Kadiköy, Istanbul), adalah salah satu konsili ekumenis yang paling penting dalam sejarah gereja Kristen. Konsili ini dihadiri oleh lebih dari 500 uskup dari Timur dan Barat, dan tujuannya adalah untuk menyelesaikan kontroversi dottrin mengenai kodrat Kristus.

Konsili Chalcedon berfokus pada sifat-sifat dan kodrat Kristus. Terdapat perselisihan pendapat di antara kelompok-kelompok gereja pada saat itu mengenai hubungan antara kodrat manusia dan kodrat ilahi dalam diri Kristus. Dua pandangan utama yang berselisih adalah:

1. Pandangan Cyrillian: Dipimpin oleh Santo Kyril dari Aleksandria, pandangan ini menekankan kesatuan yang kuat antara kodrat ilahi dan kodrat manusia dalam diri Kristus. Mereka berpendapat bahwa Kristus memiliki satu kodrat atau hakekat yang merupakan perpaduan sempurna antara kodrat ilahi dan manusia. Pandangan ini dikenal sebagai monofisitisme.

2. Pandangan Antiochian: Dipimpin oleh uskup-uskup dari wilayah Antioch, pandangan ini menekankan pemisahan yang tegas antara kodrat ilahi dan kodrat manusia dalam diri Kristus. Mereka berpendapat bahwa kodrat ilahi dan kodrat manusia dalam Kristus tidak melebur menjadi satu, tetapi tetap terpisah secara jelas. Pandangan ini dikenal sebagai dyofisitisme.

Dalam Konsili Chalcedon, diputuskan bahwa pandangan Cyrillian dari monofisitisme dan pandangan Antiochian dari dyofisitisme keduanya tidak akurat dan tidak sesuai dengan keyakinan gereja. Sebagai hasilnya, Konsili Chalcedon merumuskan rumusan yang dikenal sebagai "Definisi Chalcedon", yang menyatakan bahwa Kristus memiliki dua kodrat dalam satu pribadi (hypostasis), yaitu kodrat ilahi dan kodrat manusia yang terpisah tetapi tidak tercampur, tidak berubah, dan tidak terpisah satu sama lain.

Definisi Chalcedon menyatakan bahwa Kristus adalah "sempurna dalam kodrat ilahi, sempurna pula dalam kodrat manusia; sesungguhnya Allah yang sungguh-sungguh, dan sungguh-sungguh manusia yang sempurna, yang memiliki kodrat ilahi dan kodrat manusia dengan sempurna." Pernyataan ini menghasilkan doktrin gereja yang dikenal sebagai "Kristus Dua Kodrat (Chalcedonian Christology)".

Konsili Chalcedon juga membahas masalah gerejawi lainnya, termasuk pengaturan hierarki gereja dan hak-hak otonomi patriark-patriark gereja. Keputusan-keputusan yang diambil dalam Konsili Chalcedon menjadi landasan iman bagi gereja-gereja Kristen Ortodoks Timur dan Katolik Roma hingga saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Konsep Kenosis (pengosongan diri)

Konsep Kenosis (pengosongan diri) merujuk pada ajaran bahwa Yesus, dalam kehidupan-Nya sebagai manusia, secara sukarela mengosongkan diri-Ny...