Kamis, 08 Juni 2023
doktrin Sabelius
Konsili Nicea dan Konsili Konstantinopel memiliki pengaruh terhadap pandangan terhadap Sabelianisme atau doktrin Sabelius.Sabelianisme adalah ajaran yang dikembangkan oleh Sabelius, seorang teolog abad ke-3 Masehi, yang menyatakan bahwa Allah adalah satu dan bertindak dalam tiga mode atau manifestasi yang berbeda, yaitu sebagai Allah Bapa, Allah Putra (Yesus Kristus), dan Allah Roh Kudus. Dalam pandangan Sabelius, ketiga pribadi Tritunggal hanya merupakan cara yang berbeda dari manifestasi Tuhan yang sama.Namun, pandangan Sabelianisme ini ditentang dan dianggap bertentangan dengan ajaran yang dihasilkan dari Konsili Nicea dan Konsili Konstantinopel. Konsili-konsili tersebut menegaskan ajaran Tritunggal yang mengajarkan bahwa Allah adalah satu dalam tiga pribadi yang sejajar dan memiliki esensi yang sama. Kredo Nicea dan Kredo Nicea-Konstantinopel, yang dihasilkan dari konsili-konsili tersebut, menegaskan eksistensi pribadi-pribadi yang berbeda dalam Tritunggal (Allah Bapa, Yesus Kristus, dan Roh Kudus), tetapi juga menyatakan bahwa mereka memiliki esensi yang sama.Dalam menghadapi Sabelianisme, Konsili-konsili tersebut menyatakan bahwa Allah Bapa, Yesus Kristus, dan Roh Kudus bukan hanya mode manifestasi yang berbeda dari Tuhan yang sama, tetapi merupakan pribadi-pribadi yang berbeda namun memiliki persatuan yang tidak terpisahkan dalam keesaan Allah.Akibatnya, ajaran Sabelianisme dianggap sesat oleh gereja-gereja yang menganut keyakinan yang dihasilkan dari Konsili Nicea dan Konsili Konstantinopel. Gereja-gereja tersebut menganggap Sabelianisme sebagai penyalahgunaan dan penyimpangan dari pengertian yang benar tentang Tritunggal dan hakikat Allah yang diajarkan dalam Kitab Suci dan diakui dalam kredo-kredo gerejawi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Konsep Kenosis (pengosongan diri)
Konsep Kenosis (pengosongan diri) merujuk pada ajaran bahwa Yesus, dalam kehidupan-Nya sebagai manusia, secara sukarela mengosongkan diri-Ny...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar